Mbah liem,,Ulama pencetus slogan NKRI harga mati,PANCASILA jaya

KH Muslim Rifai Imampuro atau yang akrab dipanggil Mbah Liem tergolong kiai yang bersahaja, nyentrik, asli Klaten sering berpenampilan nyleneh, misal dalam menghadiri beberapa acara. Saat memyampaikan pidatonya di muka umum sering berpakaian ala tentara, memakai topi berdasi bersepatu tentara tapi sarungan.

Bahkan pada saat prosesi upacara pemakaman Mbah Liem pun juga tergolong tidak seperti umumnya, saat jenazah dipikul dari rumah duka menuju makam di Joglo Perdamaian Umat Manusia sedunia di komplek pesantren diarak dengan tabuhan hadroh “sholawat Thola’al Badrun alainaa” proses pemakamanya seperti Tentara menggunakan tembakan salto yang dipimpin langsung oleh TNI/Polri hal ini dilaksanakan sesuai wasiatnya. Jawa Tengah. Beliau lahir pada 24 April 1924 di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta, Solo. Beliau adalah keturunan ulama yg juga keluarga keraton Solo, KH. Imampuro.
Sejak kecil, beliau belajar agama kepada KH. Siradj Solo, seorang ulama sepuh pengasuh Pondok Pesantren Pajang, Kartosuro dan murid KH. Sholeh Darat, Semarang. Pada tahun 1953, KH. Muslim Rifai atau yang biasa disapa Mbah Liem, berdinas sebagai pegawai negeri PJKA Jatinegara, Jakarta. Sejak 1956, meninggalkan pekerjaan itu dan kembali berkelana ke beberapa pesantren untuk memperdalam ilmu agama.
Pada akhir tahun 1959, Mbah Liem mulai tinggal di Dukuh Sumberejo, Troso, Karanganom, Klaten. Di tempat inilah, Mbah Liem mendirikan Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, pada tahun 1967. Selain aktif mengasuh pesantren, Mbah Liem juga aktif memberi wejangan. Banyak tokoh nasional yg mengunjungi beliau guna mendapatkan nasehat.
Sebagai kiai rujukan umat, beliau senantiasa menanamkan kecintaan kepada tanah air. Kecintaan pada tanah air beliau buktikan dgn menamai pesantrennya dgn Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti. Nama semacam itu tidak lazim digunakan di kalangan pesantren. 
Namun Mbah Liem, karena kecintaannya yg luar biasa, menamakan pesantrennya dgn sebutan “Pancasila Sakti”. Mbah Liem juga dikenal sebagai ulama yg memperkenalkan slogan, “NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya”. Slogan ini kemudian digunakan kalangan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Mbah Liem, ulama pencetus slogan “NKRI Harga Mati” tersebut wafat pada 24 April 2012. Ribuan santri dan masyarakat mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhirnya.