TEKHNIK PENGOLAHAN LAHAN

Dalam budidaya cabe,baik cabe keriting maupun yang sejenisnya,pengolahan tanah sangatlah penting.ini bertujuan supaya tanah menjadi gembur dan suburTahapan pengolahan lahan dalam budidaya cabai meliputi pembersihan lahan, pembajakan atau pencangkulan, dan pembuatan bedengan. .ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengolahan lahan,berikut ini adalah cara yang sering kami lakukan antara lain:

1.CEK PH TANAH
Salah satu faktor penentu kesuburan tanah adalah dengan mengetahui tingkat keasaman tanah atau pH tanah.PH tanah ideal untuk tanaman cabe adalah berkisar 6,5 - 7.untuk  Pengukuran yang akurat bisa menggunakan dengan pH meter.bila tanah terlalu masam,maka lakukanlah pengapuran dengan penebaran dolomite,,Cara mudah menentukan keasaman tanah yaitu dengan menggunakan kunyit.  Caranya yaitu, ambil rimpang kunyit sebesar jari telunjuk, potong menjadi dua.  Masukkan salah satu potongan ke dalam tanah basah yang akan kita ukur pH-nya, tunggu sampai 30 menit.  Setelah itu ambil kembali potongan kunyit tersebut.  Jika warna bagian yang terpotong tadi warnanya pudar berarti tanah bersifat asam, dan pH tanah netral jika hasil potongan berwarna tetap, jika warna kunyit tadi biru berarti tanah itu cenderung basa.


2.PEMBERSIHAN LAHAN
Pembersihan lahan areal penanaman cabai terutama dilakukan terhadap gulma yang dapat menjadi inang hama dan penyakit dan meningkatkan kelembapan lahan. Pembersihan juga dilakukan terhadap tanaman keras yang dapat menghambat penetrasi sinar matahari. 

3.SEMPROT LAHAN DENGAN DECOMPOSER
Sebelum melakukan pengolahan tanah,alangkah baiknya kalau kita semprot dulu dengan decomposer,langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses dekomposisi bahan-bahan organik seperti rumput dan sisa-sisa tanaman sehingga menjadi senyawa dasar unsur hara yang aman dan siap digunakan oleh tanaman.

4.PECANGKULAN
Lahan yang telah dibersihkan dapat langsung dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 30-40 cm. Sewaktu dilakukan pencangkulan ini, rumput dan sisa tanaman lunak dapat dicangkul sekaligus sehingga membusuk dan dapat menjadi pupuk. Tujuan pencangkulan adalah untuk mengubah struktur tanah menjadi lebih gembur atau remah sehingga akar tanaman akan lebih mudah menembus tanah untuk mengambil zat makanan.
Tanah yang selesai dicangkul sebaiknya dibiarkan selama dua minggu agar terjadi pertukaran udara dan membunuh patogen yang merugikan.

5.PEMBUATAN BEDENGAN
 Setelah itu dilakukan pembuatan bendengan dengan tujuan untuk mencegah akar tanaman tergenang air pada musim hujan, selain untuk memudahkan pengaturan jarak tanam. Bendengan dibuat dengan ukuran panjang 10-120 cm, tinggi minimal 50 cm. Jarak antar bendengan atau lebar parit yang ideal untuk penanaman cabai pada musim hujan adalah 75-100 cm dengan lajur bedengan menghadap kearah Utara-Selatan.