TEKHNIK PEMUPUKAN SUSULAN

Salah satu faktor kunci dalam keberhasilan budidaya cabe adalah teknik budidaya yang diterapkan. Teknik budidaya meliputi Tekhnik pengolahan lahan, Pemberian pupuk dasar pada lubang tanam, penggunaan pupuk yang tepat, penanganan hama dan penyakit serta pemupukan susulan. 

Pemberian pupuk susulan dimaksudkan agar tanaman cabe tidak kekurangan nutrisi pada saat pertumbuhan vegetatif hingga tanaman berbuah. Pemberian pupuk susulan bisa dilakukan dengan 2 cara, yang pertama dengan cara pengocoran dan yang kedua adalah dengan cara ditabur. Aplikasi kedua cara tersebut disesuaikan dengan kondisi. Jika musim kemarau pemupukan susulan lebih efektif dengan cara pengocoran, dan jika musim hujan pemupukan susulan dilakukan dengan cara ditabur. Pemupukan dengan cara dikocor lebih menguntungkan karena pupuk dapat segera diserap oleh tanaman, hemat waktu dan tenaga karena sekaligus menyiram serta lebih hemat dalam penggunaan pupuk.
Pemupukan susulan diperlukan untuk memaksimalkan dan meningkatkan kualitas hasil panen. Pemupukan susulan dilakukan pada minggu ke 2 atau ke 3 setelah pemupukan awal. Selanjutnya pemupukan dilakukan setiap satu minggu, dengan dosis yang sesuai.
Pemberian pupuk yang diberikan pada tanaman hendaklah dari jenis pupuk organik cair yang mudah untuk diserap oleh tanaman. Cara pemupukan dengan cara disemprot atau pun disiramkan ke lahan secara merata. Pemberian pupuk ini juga dapat dilakukan pada saat pemberian obat hama, jamur atau penyakit. Gunakan pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, misalnya menggunakan pupuk perangsang pertumbuhan akar, daun dan tunas baru. Selanjutnya bisa menggunakan pupuk yang bisa meningkatkan mutu bunga dan buah.

Untuk pemilihan pupuk juga bisa diberikan dari jenis larutan kotoran hewan (pupuk kandang)yang mungkin diambil dari kotoran ternak seperti sapi, kambing, atau kelinci. Pemberian dosis juga perlu diperhatikan agar tidak melebihi dengan anjuran atau aturan pabrik. Untuk pupuk yang berasal dari kompos atau unsur hara atau dari sisa-sisa pembusukan tanaman tidak perlu membutuhkan takaran yang spesifik. Karena zat-zat yang ada berasal dari pupuk kompos tidak akan membahayakan tanaman

Berikut ini dosis dan cara pemupukan susulan tanaman cabe (Untuk 1000 Tanaman Cabe) :
 1. Pupuk Susulan I ( Umur 10 HST) – Dosis 4 kg Pemupukan pertama dilakukan dengan cara dikocor. Larutkan 4 kg pupuk NPK 16 dengan 250 liter air. Kemudian kocorkan pada tanaman cabe dengan dosis 250 ml / tanaman.
2. Pupuk Susulan II (Umur 17 HST)
Dosis 6 kg Pemupukan susulan kedua juga dilakukan dengan cara dikocor. Dosis dinaikkan sedikit, yaitu 6 kg pupuk NPK 16 dilarutkan dengan 250 liter air. Kocorkan pada tanaman cabe 250 ml / tanaman.
3. Pupuk Susulan III (Umur 24 HST)
Dosis 8 kg Pemupukan susulan ke 3 bisa dilakukan dengan cara dikocor atau ditabur. Pupuk yang digunakan adalah Urea 1 kg, NPK 4 kg, KNO Putih 1 kg, TSP 1 kg, MKP 1 kg (jumlah 8 kg) – Larutkan dengan 250 liter air, dan kocorkan 250 ml / tanaman pada lubang yang dibuat disisi kiri dan kanan tanaman. Jarak lubang dengan batang tanaman 15 cm. – Jika tidak menggunakan mulsa, taburkan pupuk disekeliling tanaman dengan jarak 15 cm dari batang. Kemudian pupuk ditutup dengan tanah.
 4. Pupuk Susulan IV (Umur 30 HST)
Dosis 10 kg Pada pemupukan susulan ke 4 gunakan pupuk Urea 1 kg, NPK 4 Kg, KNO Putih 2 kg, TSP 2 kg, MKP 1 kg (jumlah 10 kg). – Larutkan dengan 250 liter air, kemudian kocorkan pada lubang disisi kiri dan kanan tanaman dengan jarak 15 cm. Dosis 250 ml/tanaman. Atau taburkan disekeliling tanaman dengan jarak 15 cm dari batang. Kemudian pupuk ditutup dengan tanah.
 5. Pupuk Susulan V (Umur 40 HST)
Dosis 12 kg Pupuk susulan ke 5 adalah NPK 6 kg, KNO putih 2 kg, TSP 2 kg, MKP 2 kg. – Dilarutkan dengan 250 liter air, kemudian dikocorkan pada lubang disisi tanaman dengan dosis 250 ml/tanaman. Atau ditaburkan disekeling tanaman kemudian ditutup dengan tanah

6. Pupuk Susulan VI (Umur 50 HST)
 Dosis 15 kg Pupuk susulan ke 6 adalah NPK 8 kg, KNO putih 2 kg, TSP 3 kg, MKP 2 kg. – Dilarutkan dengan 250 liter air, kemudian dikocorkan pada lubang disisi tanaman dengan dosis 250 ml/tanaman. – Atau ditaburkan ditengah bedengan dengan cara membelah mulsa.

Dosis pemberian pupuk susulan diatas tidaklah mutlak..itu hanya sebagai referensi saja...yang terpenting adalah,perhatikan kondisi tanaman dan cuaca...