Sholat Witir:Tata Cara,Dzikir dan Do'a

Keistimewaan dan Tata Cara Sholat Witir

Sholat Witir adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Nama "Witir" sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti "ganjil,"ini  mengacu pada fakta bahwa jumlah rakaat dalam shalat Witir adalah bilangan ganjil seperti 1 rakaat,3 rakaat.5 rakaat dan seterusnya.
Sholat witir



Sholat Witir Merupakan bentuk shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah shalat Isya dan sebelum shalat sunnah Tahajud.ISholat Witir juga memiliki makna yang mendalam serta merupakan bagian dari ibadah yang disukai oleh Allah SWT Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang makna, keistimewaan, serta Tata Cara pelaksanaan sholat Witir.

Makna dan Keistimewaan Sholat Witir

Sholat Witir merupakan salah satu ibadah yang memiliki makna dan keistimewaan yang sangat tinggi serta memiliki banyak  manfaat bagi individu yang melaksanakannya. Nabi Muhammad SAW sangat menekankan betapa pentingnya melaksanakan Sholat Witir bagi umatnya. Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah RA, beliau bersabda,

 "Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan sholat witir, baik ketika sakit maupun dalam keadaan sehat." (HR. Muslim)

Salah satu keistimewaan utama sholat sunnah Witir adalah sebagai bentuk penggenapan ibadah shalat, di mana kita menyampaikan rasa syukur, penghormatan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW juga pernah menyatakan bahwa sholat Witir adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki nilai pahala yang besar bagi orang yang melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. 

Selain itu, sholat Witir juga memiliki aspek spiritual yang mendalam. Ibadah ini memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk berdoa, merenung, dan memohon ampunan serta bimbingan Allah dalam kehidupan sehari-hari. 

Sholat Witir juga dianggap sebagai bentuk perlindungan dari segala keburukan dan permintaan kepada Allah agar Dia menjaga dan membimbing kita.Ibadah ini merupakan salah satu bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT yang dilakukan oleh umat Muslim sebagai bagian dari rangkaian ibadah shalat.

Tata Cara Sholat Witir

Berikut adalah panduan langkah demi langkah dalam melaksanakan sholat Witir: 
  1. Niat: Niatkan sholat Witir di dalam hati sebelum memulai ibadah. 
  2. Berpakaian Suci: Pastikan diri dalam keadaan bersih dan berpakaian yang layak untuk beribadah. 
  3. Takbiratul Ihram: Mulailah sholat dengan mengangkat tangan dan mengucapkan takbiratul ihram, lalu letakkan tangan di atas dada. 
  4. Membaca Al-Fatihah dan Surah Pendek: Bacalah Surah Al-Fatihah dan surah pendek dari Al-Qur'an dalam setiap rakaat. Fatihah.
    Apabila shalat witirnya 1 rakaat maka bacaan surat yang dianjurkan setelah membaca surat al-Fatihah adalah surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas . Apabila shalat witir 3 rakaat maka bacaan surat yang dianjurkan adalah surat al-A’la pada rakaat pertama, dan  surat Al-Kafirun pada rakaat kedua, Lalu pada rakaat yang ketiga membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas .
  5. Rukuk dan Sujud: Lakukan rukuk dan sujud seperti dalam shalat lainnya, dengan penuh khusyuk dan khushu. 
  6. Tahiyat Akhir: Setelah dua rakaat pertama, lakukan duduk di antara dua sujud dan membaca Tasyahhud serta doa untuk Nabi Muhammad SAW. 
  7. Rakaat Ganjil Tambahan: Pada rakaat terakhir, setelah membaca Tasyahhud, tinggikan tangan untuk takbir dan membaca doa qunut. Doa qunut ini adalah salah satu momen penting dalam sholat Witir, di mana umat Muslim dapat memohon kepada Allah untuk kebutuhan dan perlindungan. 
  8. Salam: Setelah selesai membaca doa qunut, lakukan salam ke kanan dan kiri sebagai tanda berakhirnya sholat. 
  9. Dzikir dan Doa: Setelah selesai sholat Witir, dianjurkan untuk berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT dengan hati yang tulus. 

Doa Dan Dzikir setelah Sholat Witir

Setelah selesai melakukan shalat witir,maka dianjurkan untuk membaca dzikir berikut ini:

 ‎سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوسِ 

 Subhanal Malikil Quddus

 Artinya, “Mahasuci Allah Dzat Yang Maha Merajai dan Yang Maha Esa.” 

Bacaan dzikir di atas dibaca sebanyak 3x, dan pada bacaannya yang ketiga dianjurkan untuk lebih mengeraskan suaranya melebihi bacaan pertama dan kedua. Setelah itu, dilanjut dengan membaca doa berikut ini: 

 ‎سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ، جَلَّلْتَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ بِالعَظَمَةِ وَالْجَبَرُوْتِ، وَتَعَزَّزْتَ بِالْقُدْرَةِ، وَقَهَّرْتَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ إنِّيْ أَعُوذُ بِرِضَـاكَ مِنْ سُخْطِكَ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم (وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ) 

 Artinya, “Mahasuci Allah Penguasa Yang Kudus, Tuhan para malaikat dan Jibril. Engkau penuhi langit dan bumi dengan kemuliaan dan keperkasaan-Mu. Engkau memiliki keperkasaan dengan kekuasaan-Mu, dan Engkau tundukkan hamba-Mu dengan kematian. “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari siksaan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan terkutuk dari tiupan dan bisikannya, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Setelah membaca doa di atas, kemudian dilanjutkan dengan membaca bacaan berikut ini, dan paling baik dibaca sampai 40 x bacaan,

 ‎ يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ لَاإِلٰهَ اِلَّا أَنْتَ سُبْحَــانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ 

 Artinya, “Wahai Dzat Yang Mahahidup dan berdiri sendiri, tiada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” 

Setelah selesai dzikir dan doa, akhiri dengan membaca ayat berikut:

 ‎فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ 

 Artinya, “Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedudukan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman,” 

Kesimpulan

Sholat Witir merupakan ibadah yang memiliki makna dan keistimewaan dalam agama Islam. Melalui ibadah ini, umat Muslim dapat mengekspresikan rasa syukur, ketaatan, dan memohon kepada Allah untuk bimbingan serta perlindungan. Dengan mengikuti panduan pelaksanaan yang benar, kita dapat merasakan kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta dan meraih manfaat serta keberkahan dari sholat Witir. Oleh karena itu, marilah kita menjadikan sholat Witir sebagai bagian penting dalam rutinitas ibadah kita sehari-hari.