STRATEGI JITU PERANG MELAWAN HAMA

SEREM AMAT judul postingannya mas....???
YA.....Memang sengaja saya kasih judul yang serem,supaya kita khususnya para petani lebih giat dan tidak menganggap remeh pasukan "HAMA" yang makin hari makin susah untuk dikendalikan...Kalau jaman dulu,mbah-mbah kita berperang melawan penjajah,sekarang kita berperang melawan hama...senjata yang ampuh saja tidak cukup namun kita juga butuh "strategi jitu" untuk memenangkan sebuah pertempuran...
berikut ini adalah strategi yang saya terapkan untuk melawan pasukan hama..

1.Membuat Benteng pertahanan/BORDER
Pada lahan yang akan ditanami cabai buatlah border (pagar) bisa menggunakan plastic setinggi 2 meter atau bisa dengan tanaman jagung yang ditanam terlebih dahulu sebelum menanam cabai. Jika menggunakan plastic bisa diolesi dengan minyak goreng agar hama menempel pada plastic

2.Membuat Media PERANGKAP untuk HAMA
pengendalian hama menggunakan media perangkap,merupakan langkah yang tepat sebelum memutuskan mengendalikan hama dengan penyemprotanSalah satu cara mengendalikan hama serangga adalah menggunakan perangkap warna. Perangkap ini memanfaatkan ketertarikan serangga pada warna terterntu. Perangkap ini cukup banyak digunakan karena praktis, mudah, dan murah..
sedangkan hama yang tertarik dengan warna kuning adalah sbb:
  • Aphid(kutu)yang bersayap
  • lalat penggorok daun
  • thrips
  • kutu kebul
  • tungau

sedangkan hama yang tertarik dengan warna biru adalah thrips yang menyerang bunga

3.Manfaatkan musuh alami hama
tanamilah bunga yang mempunyai warna yang  mencolok seprti keningkir dan bunga matahari..Kenikir dapat berfungsi sebagai refugia mikrohabitat bagi beberapa jenis serangga musuh alami karena mempunyai bunga yang dapat menarik serangga musuh alami. Bunga kenikir termasuk jenis bunga yang berwarna cerah yang bisa menarik serangga musuh alami. Tetapi karena kenikir juga berfungsi sebagai repelent atau penolak bagi serangga hama dan musuh alami, maka bunga kenikir jarang dikunjungi oleh serangga, hanya beberapa jenis serangga saja diantaranya lebah dan kupu-kupu. Lebah berfungsi sebagai musuh alami bagi hama tertentu dan juga sebagai polinator yang paling penting karena kemampuan lebah dalam mengumpulkan polen dan nektar dalam jumlah yang banyak untuk dikonsumsi bersama dalam koloninya.

4.Pengendalian hama secara organik
sebelum memutuskan  menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan hama,alangkah baiknya kalau kita coba menggunakan pestisida organik.Pestisida organik adalah pembasmi hama yang dibuat dengan menggunakan bahan organik atau alami seperti dedaunan kering, bawang-bawangan, tanaman pahit dan sejenisnya.Pestisida organik dapat berupa ekstrak atau juga berupa tanaman yang sengaja ditanam didekat tanaman utama.
.Petani selama ini tergantung pada penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Selain yang harganya mahal, pestisida kimia juga banyak memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia

5.pengendalian dgn Pestisida kimia
ini adalah merupakan langkah terahir atau senjata pamungkas yang sering saya lakukan,,,jika cara diatas sudah tidak mampu lagi mengendalikan hama,,maka pestisida kimia merupakan alternatif terahir,,,sedangkan cara yang sering saya lakukan adalah dengan mencampur antara bahan pestisida organik dengan pestisida kimia.,,namun,prinsip dalam pengendalian hama,harus tepat waktu,tepat dosis,dan tepat sasaran serta didukung sumber daya manusia yang profesional...

semoga bermanfaat,,,amin...