Pengertian Ruwahan atau Nyadran dan Hukumnya

Pengertian Ruwahan atau Nyadran dan Hukumnya

Bulan sya’ban merupakan bulan yang mulia dan istimewa,dimana selama satu tahun amal manusia dilaporkan ke hadzirat ilahi Robbi.dinamakan bulan sya’ban karena dimana setiap amal kebaikan satu akan dilipat gandakan.Rosululloh sendiri memperbanyak amal dan melakukan puasa sebulan penuh.Yahya bin muadz berkata:sya’ban itu mempunyai lima huruf,dan ALLOH akan memberi tiap huruf pada orang yang mau memuliakannya. syin artinya syafaat,ain artinya mulia ba’ artinya kebaikan alif artinya rukun dan nun artinya cahaya.dengan demikian maka bulan rojab adalah bulan membersihkan badan,bulan sya’ban adalah bulan membersihkan hati dan bulan romadhon adalah bulan membersihkan ruh.sesungguhnya orang yang membersihkan badan dibulan rojab,maka akan bersih hatinya dibulan sya’ban,dan orang yang membersihkan hatinya di bulan sya’ban,maka akan bersih ruhnya dibulan romadhon.
     
      Berpijak dari bulan sya’ban yang istimewa,umat islam ditanah air melakukan tradisi ruwahan (memperbanyak sedekah) sehingga bulan sya’ban dinamakan bulan ruwah.para ulama’ juga menganjurkan agar kita memperbanyak sedekah pada moment-moment yang dianggap penting yang sedang dihadapi.Al-imam Al-hafidz Al-nawawi berkata;
وَقَالَ أَصْحَابُنَا : يُسْتَحَبُ الاِكْثَارُ مِنَ الصَّدَقَةِ عِنْدَ الاُمُوْرِ الْمُهِمَّةِ (شرح المنهاج ٦/٢٣٣
Para ulama’ kami berkata: disunahkan memperbanyak sedekah ketika menghadapi urusan-urusan penting.
        Pada bulan sya’ban,ada pula sebagian masyarakat yang melakukan tradisi ziarah kubur yang disebagian daerah dikenal dengan tradisi “nyadran”.Rosululloh juga berziarah ke makam para sahabat di baqi’ pada malam nishfu sya’ban.
Al-imam ibnu rojab Al-hambali berkata:
         وَلَمَّا كَانَ شَعْبَانُ كَالْمُقَدِّمَةِ لِرَمَضَانَ شُرِعَ فِيهِ مَا يُشْرَعُ فِيْ رَمَضَانَ مِنَ الصِّيَامِ وَقِرَأَةُ الْقُرأَنِ لِيَحْصُلَ تَأَهَّبُ لِتَلَقِي رَمَضَانَ وَتَرْتَاضَ النَّفُوْسُ بِذٰلِكَ عَلىٰ طَاعةِ الرَّحْمٰنِ.رَوَيْنَا بِإسْنَادِ ضَعِيْفِ عَنْ اَنَاسٍ قَالَ:كَانَ المُسْلِمُوُنَ إِدَا دَخَلَ شَعْبَانُ اِنْكَبُّوْا عَلٰى الْمَصَاحِفِ فَقَرَؤُوهَا وَأَخْرَجُوا زَكَاةَ اَمْوَالِهِمْ تَقْوِيَةً لِلضَّعِيفِ وَالْمِسْكِينِ عَلٰى صِيَامِ رَمَضَانَ(الامام الحافظ ِبن رجب الحنبلى للطائف المعارف.ص ٢٥٨

Ketika bulan sya’ban itu merupakan pengantar bagi bulan romadhon,maka pada bulan sya’ban dianjurkan hal-hal yang dianjurkan pada bulan romadhon,seperti berpuasa dan membaca Al-qur’an sebagai persiapan menghadapi bulan romadhon,dan jiwa menjadi terlatih untuk taat kepada ALLOH Swt.Kami telah meriwayatkan dengan sanad yang lemah dari anas yang berkata:ketika bulan sya’ban tiba,kaum muslimin biasanya menekuni mushaf dengan membaca Al-qur’an,mereka juga mengeluarkan zakat,harta benda mereka agar membantu orang yang lemah dan miskin dalam menjalani puasa romadhon (ibnu rajab al-hambali latho’if al-ma’arif hlmn 258)

      Tradisi lain yang juga berlangsung di tengah-tengah masyarakat secara berjama’ah adalah sholat sunnat “nishfu sya’ban” dilanjutkan bersama.tradisi ini berkembang sejak generasi salaf,kalangan tabi’in.sholat sunnat nishfu sya’ban dikerjakan dua roka’at.roka’at awal setelah membaca fatikhah,membaca surat al-kafiruun.dan roka’at kedua membaca surat al-ikhlas. sesudah salam membaca surat yasin sebanyak 3(tiga) kali,dan sebelum membaca surat yasin supaya niat terlebih dahulu:
1.niat meminta panjang umur,beribadah kepada ALLOH.
2. niat meminta kekayaan (kecukupan kepada ALLOH)
3.niat menghilangkan “bilahi”(cobaan)yang datang dari ALLOH
Sholat sunnat nishfu sya’ban,walaupun ada qoul yang menamakan bid’ah yang buruk,tapi menurut kitab
الاثر المرفعة فى الاكبر الموضوعة
Asal dalam pelaksanaannya seperti sholat biasa,tidak termasuk bid’ah yang buruk,akan lebih baik bila mau melaksanakan sholat sunnat nishfu sya’ban.adapun waktunya setelah sholat maghrib tanggal 15 bulan sya’ban.
Soal:apakah ilmu umum termasuk ilmu yang wajib dicari setiap muslim seperti dalam hadits
طلب العلم فريضة على كلّ مسلم

Jawab: tidak termasuk,karena tidak hubungan dengan ilmu syari’at(minhajul abidin .7)

0 Komentar